Apa Itu Operasi Gigi Bungsu?
Gigi geraham bungsu atau gigi bungsu adalah gigi yang terdapat pada posisi paling belakang dan dapat tumbuh ketika umur 17-25 tahun. Meski tidak punya faedah khusus di rongga mulut, perkembangan gigi bungsu yang miring sedikit saja dapat jadi masalah. Oleh sebab itu, dokter gigi kebanyakan merekomendasikan untuk mencabut gigi bungsu lewat tindakan operasi.
Operasi gigi bungsu (odontektomi) adalah prosedur pencabutan gigi geraham bungsu yang tumbuh tidak normal, sehingga prosedur operasi jadi lebih sulit. Operasi gigi bungsu ini kebanyakan perlu prosedur yang berbeda dan lebih rumit daripada cabut gigi biasa. Bahkan, misalnya posisi gigi bungsu lumayan sulit untuk dicabut, maka persoalan ini perlu peran dokter gigi spesialis bedah mulut. Inilah alasan kenapa biaya operasi gigi bungsu perlu kocek yang lumayan besar.
Biaya Operasi Gigi Bungsu
Kisaran biaya operasi gigi bungsu di rumah sakit antara Rp 220 ribu hingga Rp 5 juta. Biaya ini cukup mahal sebab prosedurnya dikerjakan oleh dokter spesialis dengan bantuan alat pendukung, layaknya rontgen dan alat bedah. Dikutip dari website Lifepal, biaya operasi gigi bungsu di klinik dan rumah sakit di Indonesia adalah sebagai berikut:

Alasan Gigi Bungsu Harus Dicabut
Saat infeksi dan nyeri gigi bungsu terasa, dokter kebanyakan akan menyembuhkan infeksinya terlebih dahulu. Setelah infeksi sembuh, barulah lanjut ke proses pencabutan gigi. Gigi bungsu yang punya masalah kudu dicabut karena beberapa alasan, antara lain:
1. Infeksi Muncul Kembali
Meski nyeri pada gigi bungsu akan pulih sesudah diberi ob4t, namun sumber infeksinya tetap ada. Apabila sumber infeksi ini tidak langsung dicabut, maka rasa nyeri dan infeksi akan muncul kembali.
2. Membahayakan Kesehatan Gigi Sekitarnya
Impaksi gigi atau gigi bungsu yang tumbuh miring, mengakibatkan sisa makanan gampang terperangkap pada sela-sela gigi. Kondisi ini nantinya bisa mengakibatkan penumpukan bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi bungsu dan gigi sekitarnya.
Dengan begitu, gigi yang posisinya ada di samping gigi bungsu jadi gampang berlubang dan terasa sakit.
3. Merusak Tulang Rahang
Pada beberapa kasus, gigi bungsu yang tumbuh miring dan tertanam di dalam gusi bisa terbungkus oleh kantung berisi cairan. Kantung tersebut akan berkembang jadi kista, sehingga akan menyebabkan kerusakan jaringan sekitar tulang rahang dan tulang alveolar (tulang pendukung gigi).
4. Membuat Susunan Gigi di Depannya Jadi Berantakan
Gigi bungsu yang tumbuh miring akan mendorong gigi-gigi yang depan. Jika kondisi ini konsisten dibiarkan, maka susunan gigi paling depannya bisa berpindah sehingga jadi berantakan.
5. Kesehatan Gusi Jadi Terancam
Ukuran rahang manusia yang semakin kecil ini mengakibatkan gigi bungsu jadi tidak mempunyai area untuk tumbuh. Namun, benih gigi yang tertanam akan selamanya tumbuh dan memaksa untuk keluar dari gusi, sehingga mengakibatkan gusi terbuka dan nyeri.
Persiapan Pra Operasi Gigi Bungsu
Sebelum menjalani prosedur operasi, ada beberapa perihal yang mesti Anda persiapkan, diantaranya:
1. Rontgen Gigi
Dokter akan meminta Anda untuk melakukan rontgen di laboratorium rujukan maupun laboratorium pilihanmu sendiri. Tujuannya adalah untuk memperoleh deskripsi total dari situasi gigi. Melalui rontgen, dokter dapat melihat dan mengerti posisi gigi Anda serta saraf-saraf di sekitarnya.
2. Konsultasi
Setelah melakukan rontgen, Anda bisa berkunjung ke dokter gigi untuk konsultasi. Pada sesi ini, Anda bisa menyampaikan keluhan mengenai gigi bungsu supaya dokter dapat melakukan diagnosa.
3. Riwayat Medis
Saat melakukan sesi konsultasi, Anda bisa menyampaikan dengan jelas kepada dokter mengenai riwayat medis Anda. Pasalnya, beberapa situasi medis layaknya hipertensi dan diabetes mampu berdampak pada kelancaran proses operasi.
Prosedur Operasi Gigi Bungsu
Prosedur operasi gigi bungsu akan lebih sukar daripada cabut gigi biasa. Berikut adalah prosedur di dalam melakukan operasi gigi bungsu.
1. Konsultasi dengan Dokter
Anda akan melaksanakan konsultasi lebih dahulu dengan dokter untuk menyebutkan keluhan dan riwayat medis sebelumnya.
2. Lakukan Rontgen Panoramik
Setelah itu, Anda akan melaksanakan rontgen gigi secara panoramik agar gigi rahang atas dan bawah akan terlihat jelas secara keseluruhan. Melalui rontgen, penyebab rasa nyeri pun bisa diketahui dengan pasti, apakah gigi yang tumbuh miring atau tertanam sepenuhnya di dalam gusi.
3. Jadwalkan Waktu Operasi
Setelah jelas penyebab impaksi, Anda dan dokter bakal menjadwalkan tindakan operasi gigi bungsu. Namun, kebanyakan pasien memilih operasi di hari libur dikarenakan efek cabut gigi yaitu pipi yang terlihat bengkak.
4. Tindakan Operasi Gigi Bungsu
Operasi gigi bungsu kebanyakan memakan waktu antara 30-60 menit. Namun, durasi ini bisa lebih bergantung tingkat kesusahan dan posisi gigi bungsu. Secara umum, ada tiga jenis ob4t bius yang digunakan waktu melaksanakan prosedur operasi, antara lain:
- Anestesi Lokal, diberikan satu atau lebih suntikan pada titik dekat gigi bungsu. Hal ini agar pasien senantiasa terjaga selama sistem pencabutan tanpa merasakan nyeri selama operasi impaksi gigi.
- Anestesi Sedasi, diberikan suntikan pada lengan yang bakal menekan kesadaran pasien. Dengan begitu, pasien miliki memori yang terbatas selama proses pencabutan.
- Anestesi General, diberikan pada suasana mendesak dengan menghirup ob4t melalui hidung atau suntikan pada lengan. Pasien bakal kehilangan kesadaran setelah diberikan anestesi ini agar tidak merasakan sakit.
Dokter bakal membuat sayatan tipis pada gusi dan mengurangi tulang yang menutup akses ke akar gigi yang ingin dicabut. Setelahnya, gigi bungsu bakal terbagi jadi beberapa bagian agar lebih mudah untuk mencabutnya. Jika gigi geraham bungsu sudah terangkat, gusi bakal dibersihkan dan dijahit kembali untuk mempercepat proses pemulihan.
Risiko dan Perawatan Pasca Operasi
Selang beberapa saat sehabis menjalani operasi pencabutan gigi bungsu, Anda akan merasakan nyeri pada bagian yang sudah ada jahitan pasca operasi. Selain itu, mungkin mengalami komplikasi pasca operasi juga bisa saja terjadi. Komplikasi yang mungkin Anda alami antara lain:
- Infeksi pada gigi atau gusi.
- Kerusakan pada saluran sinus yang berada di dekat gigi geraham bungsu bagian atas.
- Dry socket, yakni kondisi ketika gumpalan darah yang terbentuk pada lubang bekas gigi yang dicabut.
- Kerusakan saraf pada bibir bawah, dagu, atau lidah.
- Melemahnya tulang rahang bawah.
Pasca operasi gigi bungsu, ada beberapa perawatan yang harus Anda laksanakan agar sistem pengob4tan lebih maksimal, antara lain:
- Mengonsumsi ob4t pereda nyeri sesuai resep dokter.
- Mengompres bagian pipi yang membengkak dengan kompres dingin secara berkala.
- Menghindari minuman panas, beralkohol, kafein, dan soda.
- Tidak minum pakai sedotan.
- Memperbanyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang dingin dan lembut.